Elohim kita YESUS KRISTUS mengigatkan semua manusia, dari satu bagianya manusia, supaya kamu semua menyaksikan bahwa semua daging tulang manusia akan dIkebumikan dan mati binasa.. Pembelajaran itu untuk kamu semua manusia, apa yang melatar belakangi bahwa semua tubuhnya manusia akan mati? Ini membuktikan Kebenaran Kitab Suci-Nya, dimana hukuman dari TUHAN bagi semua tubuhnya tidak ada lagi pengampunan dari TUHAN sendiri. Bagaimana dengan rohnya manusia? Bukankah setiap tubuh manusia, bahwa kegerakan tubuhnya manusia adalah rohnya manusia? Dengan demikian juga semua rohnya manusia akan binasa! Oleh karena itu keselamatan setiap rohnya manusia bukanlah dari rohnya manusia, sebab Keselamatan itu, sendiri, artinya YESHUA yaitu YESUS yang menyelamatkan setiap rohnya manusia yang memang sudah binasa, sekalipun belum dibinasakan!
Oleh karena itu keselamatan setiap rohnya manusia bukanlah dari rohnya manusia, melainkan keselamatan itu hanyalah Roh-Nya diam dan tinggal di dalam rohnmu, sebagai nyawamu yang berkelajutan hidup rohmu yang kekal!
●Hidup di dunia ini, tubuhmu adalah dagingmu, yang membuatmu hidup adalah rohmu.
●Hidup di Sorga, tubuhmu adalah rohmu, dan yang membuat rohmu hidup yaitu Roh-Nya Kristus! Disini tidak ada jiwamu, melainkan jiwa Kristus atau Pikiran-Nya Kristus yaitu Kehendak-Nya Kristus, bahwa kamu disebut anak-anak Kristus (Roma 8:14-16), dan YESUS KRISTUS adalah Bapamu Sumber-Nya Firman, Dialah Sumber-Nya Roh. Ada tertulis : Roma 8:8-10
8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.
9 Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus.
10 Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.
●Siksaan menjadikan binasa kekal di Neraka, tubuhmu adalah rohmu, dan teriakanmu adalah jiwa dosamu, karena selama hidupmu di dunia ini, kamu tidak menerima Roh-Nya Kristus, maka jiwamu tetap jiwamu manusia, pikiranmu manusia, kehendaknya manusia. Renungilah sekarang kamu menyadari sekarang, bahwa pikiranmu, masih pikiranmu manusia, dan kehendakmu masih kehendakmu manusia, itu berarti upah rohmu sudah binasa, tetapi kamu belum dibinasakan. Ada tertulis : Roma 8:5-8
5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.
6 Karena keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup dan damai sejahtera.
7 Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya.
8 Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.
Pengertian dan Cara Kerja Pengampunan dosa hanyalah ada pada pengertian Elohim sendiri. Mengapa Allah juga tidak mengampuni dosa, yang hanya dengan berkata saja "dosamu sudah diampuni, dan janganlah lagi berbuat dosa", ketika adam dan hawa telah melanggar ketetapan Allah, dan bahkan mereka telah mengakui perbuatan dosa, dan lagi perbuatan dosa tidak direncanakan dan tidak sadarkan diri oleh mereka. Bukankah perbuatan dosa dan perilaku yang mereka lakukan sejak saat itu, sama seperti kita dan manusia lainnya yang sampai sekarang, juga setiap hari mengakui perbuatan dosa, bahkan dengan kesadaran berbuat dosa?
Dan apa yang melatarbelakangi hanyalah pengertian Allah sendiri (Yesaya 55:8-9) arti dari pengampunan dosa, dan bukan pengertiannya manusia? Sebab mulainya jaman jatuhnya manusia ke dalam dosa (Kej 3:16-19), Allah juga tidak mengampuni perbuatan dosanya adam dan hawa (Kejadian 3:17-19), sekalipun keduanya sudah mengakui atas perbuatan mereka (Kejadian 3:12-13), yang berawal dihasut oleh iblis (Kej 3:13), dan juga dengan tidak direncanakan oleh mereka, dan lagi juga tidak sadarkan diri (Kej 3:6;12)? Demikian sampai sekarang, hal Inilah yang Allah maksudkan bukannya rasa, pikiran, yang menjadikan iman dirimu sendiri bahwa dosamu telah diampuni oleh Allah, dengan berbagai usahamu, mengakui perbuatan dosamu, sekalipun perbuatan dosa tidak kamu rencanakan atau kamu juga tidak sadarkan diri.
Komentar
Posting Komentar